>Sebutir kelapa celingukan, …… ……

>Sebutir kelapa celingukan, …… ……
oleh : Yusniyanti

“loh ko kelappa? kepala kali…eh ini apa pula maksudnya pake embel2 sebutir segala, emange tuh kepala buah apa, kamu gmna seh kalo ngetik” ia berkacak pinggang, mata melototnya menunjukan kalo ia memang sdang mengeluarkan ekspresi marah,
ya, marah,
M-A-R-A-H,
aQ mengeja kata itu di otak, tanganqu msih memegang keyboard dg mata yg menatap ekspresi marahnya. Baru datang, ngliat tulisan di layar, belum ngcheck naskah yg lagi tak garap. Tanpa sapa, tanpa senyum, tanpa koreksi..”..udah kena b0nus”.

hemm..tempo Sepersekian detik kubayangkan kalo sosoknya tengah brwujud kartun animasi, yeah tentu saja _sepasang tanduk runcing di kepala dg muka berubah merah menyala_ “hoho” _tambahan sedikit polesan adegan kepulan asap bak banteng hendak menyerbu matador dg kain merah di tangan_. “hihi” aqu jd geli sndiri.

“wuoyy non!!!”
ia menggebrak meja,
(mungkin makin kesal melihatqu senyum2 sndri), seketika bayangan animasi itu lenyap di pelupuk mata, brganti sesosok wajah yang sedang berbalut emosi tingkat tinggi. Aqu mengakhiri masa senyumanqu membyangkan sosok animasi itu. Kini aq brganti diam. Kuliat beberapa pasang mata melirik, sebagian menahan tawanya, ada juga yang dengan gayanya memperagakan tangan dengan posisi mengelus2 dada (suruh sabar mksudnya).

“eh ganti tuh cerita, tulis lagi yang bener..gimana seh, jadi bagian editor aja ga becuss!! Meski baru harus bnyak blajar d0nx”

aQu hendak berbicara, tp harus kembali kutelan bulat2..

“kamu tau ga, ini cerita terbaikku yang tak jamin bakal jadi top release mggu ini” lalu smbungnya “apalagi jika hari ini ga dikelarin, bisa2 penerbit juga ga mau nerima, emangnya.., …” _sampai disini tiba2 frekuensi suara menurun, volume mengecil atau tepatnya berubah lembut_ “makanya..lain kali..kalo kamu ga tau atau belum paham..ngomong ya sama aq, nanti biar tak jelasin atau perlu nanti aqu ajarin deh, kamu kan anggota baru..bla..bla..bla”. Gaya suaranya kini brubah drastis, mimik dan body language spontan berubah seolah berbicara ia hendak memunculkan kesan anggun bak pemimpin bijak yang memaklumi ksalahan bwahannya.

Telingaqu yang dari tadi begitu antusias berteriak-teriak ingin segera menutup lubang pndengran krena sudh trlmpau merah padam mendngar kta2 makiannya perlahan mendingin.

“ada apa bu ine..” tanya seseorang yang tak lain adalah pak Rahman sang manajer, (pzzt..usut punya usut prubhan itu trjdi krna dr jauh sudh trlihat kedatngan sang manajer, dan entah dari mana ia datang tiba2 kini sudah berada disamping bosku).
Yang tadi memaki kini hanya bisa gelagapan, mencari kosa kata seindah dan sebijak mungkin untuk di dngar. Hmm, barangkali suara menggelegarnya trdngar sampai ruang manajer.

“ffuiich.. Akhirnya..” ucapqu lirih smbil menghela nafas.

“oh..eh..enggak pak.. Ini..si n0n pegawai baru, tadi salah mengetik naskah..bla bla bla..” dg lanjutan kalimat yg tak ingin lg ku dengar. “biarlah, fakta yang kan membungkam ocehanya nanti” pikirQu seolah tak pduli. ku liat sekeliling tiba2 hening diam, larut dalam pkerjaan, brlagak menekuri tugas depan lyar laptop masing2_ meski trlihat bberapa dri mreka memegang prut msih menahan tawa. “huuh sebbel..”

“wuahahaha
..gubragg!!” sesosok manusia datang, membawa tumpukan file2 yg kini pasang aksi brtengger dimeja krja baruku.
” selamat n0n.. Dapat tiket menangin piala “pindah bgian”, summpah swwer asli kmarin kita2 suka gaya loe waktu kena bonus bentak bu ine, wuak kak kak,, lebih mrip jerry dianiaya ama si Tom” si randy brsemangat mengolok-olok.
aQu cuma bisa manyun menahan kesalqu.
“yah.. Lain kali kalo tmen lg ksushan gtu bntuin, jangan bsanya cuma pada nyengir kuda doanx” ucapku kesal.
“ceilleee.. Lagian juga ujungnya happy ending pun, lumayan kan 1 jam dalam kandang singa tapi seterusnya dalam sangkar emas” celotehnya.
“yah, sama-sama dikurung dong” cetusku.
“ya elah, setidaknya kan lbih baik ktimbng tiap hari dnger singa mengaum kya lg kelaparan hahaha” ucapnya dg bhasa sadis smbl ngloyor pergi.
“kisah sebutir kepala yang membwa berkah ya n0n..hehe” timpal ajeng yg tiba2 nongol dari bilik belakang meja krjaku.

*Bu ine meminta maaf dalam suratnya, aqu trsenyum geli membaca susunan kata2 yang ia rangkai hanya tuk mengucapkan permohonan maaf. Mungkin bisa dikatakan itu kata maaf yang mati2an terpaksa ia tulis _mengingat posisinya yang tak prnah skalipun ia merasa perlu meminta maaf pd bwahan, BOS, skali lg bos sang kepala bagian _.

well, mengingat kjadian itu, tau juga kan akhirnya lo naskah itu bukan naskah kebnggaan miliknya. Ia terlihat begitu menahan malu waktu pak Rahman menjelaskan lo naskah yang sedang aQ ketik adalah atas permintaanya mengedit naskah cerita yang bakal terbit besok. Sebuah kesalahpahaman, mengingat awal cerita kalimat yang digunakan hampir sama. Naskah yang aQ garap berjenis komedi dan ia berpikir itu naskah garapannya.

Heleh.heleh..
sebodo teuing skrang mah dia mau ngapain ato ngamuk2 kesiapa. Yang penting udah pindah bagian euy.

“gud bey bey …” ucapQu sambil mengelus2 meja kerja lamaQu.

_____wehwehweh.jusT NinG piKiraN yusNiya aJe.Dot.c0m___

About ceritadewasagabrud

cerita cerita porno dewasa hahahahha
This entry was posted in Yusniyanti. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s